Remaja
adalah aset yang akan meneruskan cita-cita suatu bangsa, Negara
bahkan dunia1.
Kegemilangan suatu Negara di masa depan tergantung pada seberapa
baik ia mempersiapkan para remaja untuk melanjutkan estafet
kepemimpinan. Islam memandang, bahwa mempersiapkan remaja agar
memiliki kemampuan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan adalah
sangat penting.
Sejarah
kekhilafahan Islam Utsmaniyah telah memberikan teladan agung, saat
sultan murad II mempersiapkan putranya Sultan Muhammad al-fatih dalam
rangka melanjutkan estafet kepemimpinan pemerintahan kekhilafahan
Islam Utsmaniyah. Sultan Murad II mendidik al-fatih dengan
sungguh-sungguh. Sejak usia kanak-kanak, al-fatih telah diajarkan
bagaimana cara menunggang kuda, memanah, dan menggunakan pedang. Dari
segi ruhiyah al-fatih telah ditarbiyah secara intensif oleh al-Syeikh
Muhammad bin Ismail al-Kurani atas izin ayahnya. Beliau mengajarkan
al-fatih ilmu-ilmu al-Quran, al-Hadits, fiqih, linguistik (bahasa
arab, Persia dan turki), dan juga ilmu kemahiran yang lain. Setelah
mendapatkan berbagai bekal untuk melanjutkan estafet kepemimpinan,
selanjutnya pada usia ke 22, al-fatih diangkat menjadi khalifah
kekhilafahan Islam Utsmaniyah dan pada usia ke 26 beliau berhasil
membebaskan kota konstantinopel dan menyebarluaskan dakwah islam2.
Berbanding
terbalik dengan sejarah kekhilafahan Islam Utsmaniyah, saat ini
Negara lalai dalam membimbing remaja agar memiliki kemampuan untuk
melanjutkan estafet kepemimpinan. Terjadi banyak penyimpangan yang
dilakukan oleh para remaja, mulai dari penyalahgunaan narkoba, akses
media porno, seks bebas, aborsi, prostitusi, tawuran hingga geng
motor3.
Sebagimana data yang dilansir oleh detikHealth,
rabu 6/6/2012 menyatakan bahwa 50-60 persen pengguna narkoba di
Indonesia adalah kalangan remaja yakni kalangan pelajar dan
mahasiswa. Total seluruh pengguna narkoba berdasarkan penelitian yang
dilakukan BNN dan UI sebanyak 3,8 sampai 4.2 juta. Pakar psikologi UI
Zoy Amirin, mengutip sexual behavior
survey 2011,
menunjukan bahwa 64 persen anak muda di kota-kota besar Indonesia
'belajar' seks melalui film porno atau DVD bajakan. Akibatnya, 39
persen responden ABG usia 15-19 tahun sudah pernah berhubungan
seksual, sisanya 61 persen berusia 20-25 tahun. Bagaimana mungkin,
estafet kepemimpinan diserahkan kepada mereka, para remaja yang
memiliki akhlak tercela?
Keluarga
hingga Negara bertanggung jawab atas kerusakan akhlak remaja4.
Keluarga adalah sekolah pertama bagi tiap anak. Orang tua adalah
benteng pertama melindungi remaja dari kerusakan akhlak. Negara
adalah institusi politik tertinggi yang mampu menetapkan aturan untuk
menyelamatkan akhlak remaja. Namun, sebagaimana fakta yang
disampaikan di atas, keluarga dan Negara belum mampu menyelesaikan
berbagai problem
penyimpangan yang dilakukan oleh remaja. Perlu adanya pembinaan
intensif dan inovatif untuk menuntun remaja agar memiliki akhlak
terpuji sehingga mereka mampu memiliki kemampuan untuk melanjutkan
estafet kepemimpinan. Pembinaan yang dikonsep secara kreatif, sesuai
dengan karakteristik remaja yang penuh dengan keceriaan dan rasa
ingin tahu yang tinggi.
Keberadaan
aktivis dakwah kampus saat ini, memiliki peran penting untuk membina
para remaja agar sesuai dengan tuntunan Islam. Remaja perlu dibina
sejak ia masih bersekolah di bangku SLTP, usia pelajar SLTP adalah
usia dimana mereka beranjak dari masa kanak-kanak menuju masa awal
remaja, sehingga perlu pendampingan secara intensif agar mereka mampu
beradaptasi dengan status barunya sebagai remaja.
Program
pembinaan remaja, harus dikemas semenarik mungkin. Sehingga remaja
merasa nyaman dengan program yang meraka ikuti. Adapun program
pembinaan remaja yang dapat dijalankan adalah kajian islam remaja,
hiking, halaqah hingga menonton film inspiratif. Melalui berbagai
pembinaan tersebut diharapkan akan tumbuh kesadaran para remaja untuk
menjalankan aktivitasnya sesuai dengan syariat Islam. Sehingga
diharapkan akan muncul sosok sultan Muhammad al-fatih berikutnya yang
memiliki kemampuan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan
berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam.
1
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/04/keluarga-hingga-negara-bertanggung-jawab-atas-kerusakan-moral-remaja/
2
http://halaqah.net/v10/index.php?topic=6434.0
3
http://www.syababindonesia.com/2012/11/kenakalan-remaja-di-negeri-ini-kian.html
4
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/04/keluarga-hingga-negara-bertanggung-jawab-atas-kerusakan-moral-remaja/

No comments:
Post a Comment