3/06/2017

Kabar Gembira! Insya Allah Zakir Naik Akan Hadir di Kota Bekasi



Suatu kebanggaan, Indonesi kedatangan tamu dai kelas dunia, Dr Zakir Abdul Karim Naik atau lebih dikenal dengan nama Dr Zakir Naik.

Beliau lahir pada 18 Oktober 1965. Merupakan seorang pembicara umum muslim dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Secara profesi, ia sebenarnya adalah seorang dokter medis. Memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, namun sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas.

Direktur An Nahl Institute Jakarta Ustaz Ahmad Buchory Muslim mengatakan, kedatangan Dr Zakir Naik ke Jakarta adalah kunjungan silaturahim dengan ulama, tokoh dan tempat atau kampus yang sudah siap akan mengadakan acara.  Menurut dia, Zakir Naik akan menggelar sejumlah safari dakwah ke sejumlah pesantren dan Universitas Islam di Indonesia.

Humas panitia penyelenggara, Budhi Setiawan, Jumat (03/03), mengatakan Zakir Naik akan memulai safari dakwah pada tanggal 31 Maret sampai 9 April 2017 mendatang di beberapa kota.

Dua tempat safari dakwah Zakir Naik yang telah dikonfirmasi adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur.

“Dua tempat itu sudah konfirmasi. Tanggalnya masih tentatif, tapi dipastikan antara 31 Maret hingga 9 April,” kata Budhi.

Di daerah Jabotabek, safari dakwah Zakir Naik rencananya akan digelar di Kota Bekasi. Telah beredar di media sosial foto Zakir Naik sedang meninjau Stadion Patriot Kota Bekasi. Namun tanggal pastinya masih belum ditentukan.



“Walau tidak butuh izin Kepolisian karena diadakan di lingkungan kampus, tapi kami tetap akan berkoordinasi dengan aparat,” ujar dia.

Belum ditentukan pula apakah safari dakwah Zakir Naik juga akan diadakan di Jakarta atau tidak.

Budhi mengatakan safari dakwah ini terbuka untuk semua agama dan kalangan. Mereka yang hadir juga tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Kami memperkirakan minimal 10 ribu orang yang hadir,” tuturnya.

Beliau biasa menyampaikan ceramah dalam bahasa Inggris. Bagi yang tidak paham bahasa Inggris, Zakir Naik dalam safari dakwah nanti akan ditemani seorang penerjemah.

Deklarasi KSHMI (Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia) Sebagai Gerakan Advokasi Ummat Islam



OpiniMuslimId. Jakarta. Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHMI) secara resmi dideklarasikan pada Ahad (05/03). Menurut penggagas KSHMI, Chandra Purna Irawan mengatakan bahwa komunitas ini didirikan karena melihat ada indikasi pergeseran dalam tatanan hukum Indonesia.

“Ini didirikan karena, pertama adanya indikasi pergeseran dari rechstaat ke machstaat. Artinya dari negara hukum ke negara kekuasaan,” kata Chandra di Hotel Best Western, Jakarta Timur.

Dia mencontohkan kasus Ahok yang seharusnya secara hukum sudah dinonaktifkan dari gubernur. Dengan kembalinya gubernur DKI Jakarta itu ke jabatannya, telah terjadi pelanggaran pasal 83 UU Pemerintahan Daerah. Apalagi, kata dia, sudah terdakwa dan sudah mendapatkan nomor registrasi di pengadilan.

“Maka secara hukum seharusnya sudah dinonaktifkan. Tetapi karena dari pihak pemerintahan nampak berpihak, maka sampai sekarang Ahok masih berjalan sebagai gubernur,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa indikasi pergeseran dari negara hukum ke negara kekuasaan terlihat dari terjadinya kriminalisasi ulama. “Bisa dilihat kasus dana sosial itu  kemudian di tetapkan sebagai tersangka ketuanya. Ini sangat nampak ada upaya diduga kriminalisasi,” tuturnya.

Atas dasar itu, Chandra menambahkan, KSHMI kemudian dideklarasikan. Tujuan utama komunitas itu adalah melakukan advokasi terhadap ummat Islam yang dikriminalisasi.

“Atas kondisi inilah, kemudian sepertinya penting melakukan inisiasi gerakan advokasi nasional dalam rangka bela Islam, bela ulama dan bela aktifis Islam,” tandasnya.

Sumber : kiblat.net

3/05/2017

Setelah Terbangun dari Koma Panjang 17 Bulan Akhirnya Pendeta Katolik dari Pulau Jawa Memililih Masuk Islam



Seorang Pendeta Katolik dari Pulau Jawa, Indonesia yang telah terbangun dari koma panjang 17 bulan akhirnya memililih masuk Islam  setelah mengalami kejadian bahwa Tuhan berbicara kepadanya dan menunjukkan “keindahan Surga”.

Pendeta berusia 87 tahun bernama Eduardo Vincenzo Maria Gomez dari Spanyol telah tinggal dan menjadi misionaris di Pulau Jawa selama lebih dari 43 tahun bahkan fasih berbahasa Jawa dan berbagai dialek dari kelompok etnis yang berbeda pulau. Ia cukup dikenal dan dihormati di semua kelompok keagamaan di daerah tersebut.

Namun laki-laki ini telah mengalami serangan jantung saat membantu relawan lokal untuk memperbaiki atap gerejanya dan jatuh luar biasa dari ketinggian dua tingkat.

Ia telah berhasil bertahan dan keluar dari koma, namun menjadi sosok laki-laki yang telah berubah.

“Saya tidak mengerti apa-apa tentang Islam. Saya tidak pernah baca Al-Qur’an tapi Tuhan berbicara kepada saya dan meminta saya untuk mengikutinya ke Surga dan Cahaya Kudus bersinar melalui seluruh diri saya dan saya melihat gerbang emas Surga muncul di hadapan saya dan Tuhan mengatakan kepada saya tentang siapa diri-Nya dan diri-Nya adalah Allah,” ujarnya dikutip  worldnewsdailyreport.com

Dokter yang merawatnya di Metropolitan Medical Centre Jakarta Selatan mengatakan,  “Ini tulang terkuat orang berusia 80 tahun yang pernah saya lihat. Tulangnya seharusnya hancur berkeping-keping,” renung Jim Won Mei, yang telah praktek di bidang kesehatan selama lebih dari dua puluh tahun.

Perpindahannya menuju Islam membuat sebagian pengikut gerejanya terkejut, tapi cukup menarik, sudah setengah pengikut Kristen-nya telah menunjukkan minat pula pindah agama Islam.

“Jika Allah adalah Allah yang benar, saya tidak ingin disesatkan ke arah yang salah pada hari penghakiman. Kami percaya Bapa Eduardo. Kita semua percaya padanya,” jelas salah satu pengikutnya.

Mantan pendeta yang masih dalam perawatan medis ini telah memerintahkan pembangunan masjid baru dan pengikutnya sudah bekerja keras untuk mengumpulkan dana yang diperlukan untuk tugas tersebut.

“Kami berhutang kepada Bapa Eduardo untuk semua yang telah ia lakukan kepada kita,” komentar salah satu pengikut dari Gereja Katolik lama, yang sekarang dijual.

Sumber : hidayatullah.com

3/04/2017

Ormas Penjaga Gereja Kembali Berulah! Pengajian Khalid Basalamah Dibubarkan



OpiniMuslimId. Sidoarjo. Acara Pengajian dengan tema "Manajemen Rumah Tangga Islam" dengan pembicara Ustadz Khalid Basalamah di masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur dibubarkan paksa oleh sekelompok massa dari ormas Banser NU dan GP Ansor, Sabtu (4/3/2017).

Sekelompok massa tersebut meneriakkan yel-yel dipintu gerbang masjid seraya melontarkan kata-kata provokasi dan memaksa acara pengajian diberhentikan.

Massa memaksa masuk ke dalam ruangan masjid dan membubarkan acara pengajian, hingga membuat jamaah menjadi panik dan berhamburan dijalan depan masjid.

Sementara pihak aparat kepolisian nampak kewalahan dalam menghalangi massa dalam jumlah besar yang membuat gaduh dan kericuhan.

Keadaan yang chaos hampir terjadi kontak fisik antara Jamaah Pengajian dengan massa yang meneriakkan kata-kata provokatif.

Ustadz Khalid Basalamah kemudian menenangkan Jamaah Pengajian agar jangan melakukan tindak kekerasan dan terprovokasi.

Untuk menenangkan situasi, Ustadz Khalid Basalamah memilih meninggalkan lokasi Pengajian dengan dikawal oleh anggota kepolisian Sidoarjo.

3/01/2017

Panjangnya 4 Km, Ini Penampakan Iring-iringan Rombongan Raja Salman


OpiniMuslimId.Bogor - Iring-iringan rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud terpantau sepanjang 4 kilometer. Rombongan itu terpantau ketika melintas di jalan tol dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hingga Istana Kepresidenan Bogor.

"Rangkaiannya sampai 4 km," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading dalam keterangannya, Rabu (1/3/2017).


Dicky memantau iring-iringan itu dari atas jembatan Sentul Selatan. Begitu tiba di Istana Bogor, iring-iringan itu disambut hujan.

"Saya pantau dari atas jembatan Sentul Selatan," ucap Dicky.


Sebelumnya, Raja Salman tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dan disambut langsung oleh Presiden Jokowi. Setelah itu, Jokowi berangkat lebih dulu ke Istana Bogor. Raja Salman menyusul kemudian dan semobil dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Saat ini Presiden Jokowi tengah mengadakan pertemuan tertutup dengan Raja Salman di Istana Bogor.

Sumber: news.detik.com