“selamat
pagi desa babakan peteuy!”
“kebaikan
yang dilakukan haruslah dengan ilmu, sesuai dengan apa yang
dituntunkan rasul dan niat yang ikhlas, agar bernilai pahala.
#KKNUPI” adalah kalimat lengkap yang saya tulis kemarin sore di
display BBM, sebagai bahan kontemplasi menjelang berbuka. sebagai
contoh, ada percakapan menarik yang terjadi di media sosial. kurang
lebih seperti ini percakapannya. “cita-cita saya selepas wisuda mau
ngelanjutin kuliah lewat LPDP!” sahut orang pertama, “wih,
mantap. udah dapet berapa skor toeflnya?” Tanya orang kedua. “apa
toefl teh?” jawab orang pertama. waduh gak bener ini cita-citanya
mulia, tapi sayang ilmu untuk mewujudkannya gak ada. masih ada contoh
yang sejenis dalam kehidupan kita sehari-hari, missal banyak harakah
dakwah yang berjuang untuk menegakkan islam di penjuru dunia dalam
satu institusi yang disebut khilafah, namun tak dibarengi dengan
ilmu. apa yang terjadi? cita-cita tersebut tak kunjung terealisasi,
bahkan makin menjauhkan dari cita-cita mulia tersebut. selain itu
karena metode dakwah yang tak sesuainya dengan apa yang nabi SAW
sampaikan. dimana rasul berdakwah untuk mendirikan khilaf melalui
tiga tahapan, pertama adalah tahapan kaderisasi dan pembinaan kedua
tahap sosialisasi dan berinteraksi dengan umat dan terakhir tahapan
penerapan peraturan islam secara sempurna melalui mekanisme
pembaiatan.

No comments:
Post a Comment