3/29/2016

Negeri ini butuh kamu! Mahaiswa




Berawal dari masalah, melihat fenomena negeri yang sedang bersedih. Kesadaran untuk berbuat adalah keniscayaan bagi setiap muslim.
pak, negeri kita adalah negeri dengan mayoritas muslim terbanyak, ko’ umat muslim malah tertindas?” tanya seorang anak pada ayahnya. “ade, emang bener kalo negeri ini berpenduduk mayoritas muslim, tapi sebagian besar umat muslim sudah tak cinta apalagi menerapkannya dalam segala aspek kehidupan” jawab sang ayah.
Sudah 70 tahun bangsa ini merdeka dari penjajahan fisik, mulai portugis, jepang hingga belanda bercokol di bumi pertiwi merampas sumber daya negeri, para ulama, santri, hingga petani meneriakan cita-cita yang sama, MERDEKA! Sudah 70 tahun negeri ini bergonta-ganti sistem pemerintahan, namun dampaknya tak begitu berarti. Sudah 70 tahun pemerintahan ini dipimpin oleh penguasa, mulai dari kalangan kyai, kalangan ilmuwan, kalangan militer, kalangan pengusaha hingga kalangan yang oleh banyak orang disebut wong cilik, namun hanya pergantian rezim yang meninggalkan segudang permasalahan.
Negeri ini sedang bersedih, anak-anak kehilangan kasih sayang lembut sang ibu, karena sang ibu asyik bekerja menambah penghasilan sang ayah, para remaja tak betah tinggal di rumah, dunia luar begitu menggoda bagi mereka. Yah! Sangat menggoda. Mahasiswa, terbelenggu dengan massa kuliah yang lebih singkat dengan beban SKS yang lebih banyak. Para ibu cemas bagaimana mengurus putra-pitrinya agar menjadi putra-putri yang soleh dan solehan di zaman mencekang saat ini.
Negeri ini sedang sakit, pereknomian lesu bahkan rupiah menembus 13.700 per dollarnya. Kebebasan beragama pun tergoyahkan dengan insiden tolikara yang terjadi saat moment idul fitri. Pengangguran semakin tinggi karena pemerintah lebih doyan import tenaga kerja dari cina. Apalagi kesehatan, BPJS bermasalah hingga terlontar sebuah pernyataan bahwa orang miskin dilarang sakit.
Negeri ini butuh kesadaran dari kamu, ya! Kamu mahasiswa, karena mahasiswa bukan sekedar predikat dan bukan juga sekedar prestise, tapi ia adalah sebuah tanggung jawab yang mesti ditunaikan. Penyambung lidah masyarakat terhadap penguasa serta penggerak untuk mencerdaskan masyarakat. Bukan sekedar menyelenggarakan event perlombaan namun mesti menyuarakan kebenaran, bukan sekedar gaya-gayaan namun perlu kecerdasan, dan bukan sekedar perjuangan, namun perjuangan yang dialndaskan pada keimanan.
Ya! Sekali lagi, negeri ini butuh kamu, untuk bergerak bersama mencerdaskan masyarakat indonesia tentang indahnya islam, agar islam membumi di bumi pertiwi. Agar islam menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan negeri, karena islam bukan sekedar agama yang mengurus orang yang sudah mati, tapi ia adalah agama yang mengurus orang yang masih hidup dalam segala aspek kehidupan.
Cicalengka, 19 Agustus 2015 06:47

No comments:

Post a Comment