Berawal
dari masalah, melihat fenomena negeri yang sedang bersedih. Kesadaran
untuk berbuat adalah keniscayaan bagi setiap muslim.
“pak,
negeri kita adalah negeri dengan mayoritas muslim terbanyak, ko’
umat muslim malah tertindas?” tanya seorang anak pada ayahnya.
“ade, emang bener kalo negeri ini berpenduduk mayoritas muslim,
tapi sebagian besar umat muslim sudah tak cinta apalagi menerapkannya
dalam segala aspek kehidupan” jawab sang ayah.
Sudah
70 tahun bangsa ini merdeka dari penjajahan fisik, mulai portugis,
jepang hingga belanda bercokol di bumi pertiwi merampas sumber daya
negeri, para ulama, santri, hingga petani meneriakan cita-cita yang
sama, MERDEKA! Sudah 70 tahun negeri ini bergonta-ganti sistem
pemerintahan, namun dampaknya tak begitu berarti. Sudah 70 tahun
pemerintahan ini dipimpin oleh penguasa, mulai dari kalangan kyai,
kalangan ilmuwan, kalangan militer, kalangan pengusaha hingga
kalangan yang oleh banyak orang disebut wong cilik, namun hanya
pergantian rezim yang meninggalkan segudang permasalahan.
Negeri
ini sedang bersedih, anak-anak kehilangan kasih sayang lembut sang
ibu, karena sang ibu asyik bekerja menambah penghasilan sang ayah,
para remaja tak betah tinggal di rumah, dunia luar begitu menggoda
bagi mereka. Yah! Sangat menggoda. Mahasiswa, terbelenggu dengan
massa kuliah yang lebih singkat dengan beban SKS yang lebih banyak.
Para ibu cemas bagaimana mengurus putra-pitrinya agar menjadi
putra-putri yang soleh dan solehan di zaman mencekang saat ini.
Negeri
ini sedang sakit, pereknomian lesu bahkan rupiah menembus 13.700 per
dollarnya. Kebebasan beragama pun tergoyahkan dengan insiden tolikara
yang terjadi saat moment idul fitri. Pengangguran semakin tinggi
karena pemerintah lebih doyan import tenaga kerja dari cina. Apalagi
kesehatan, BPJS bermasalah hingga terlontar sebuah pernyataan bahwa
orang miskin dilarang sakit.
Negeri
ini butuh kesadaran dari kamu, ya! Kamu mahasiswa, karena mahasiswa
bukan sekedar predikat dan bukan juga sekedar prestise, tapi ia
adalah sebuah tanggung jawab yang mesti ditunaikan. Penyambung lidah
masyarakat terhadap penguasa serta penggerak untuk mencerdaskan
masyarakat. Bukan sekedar menyelenggarakan event perlombaan namun
mesti menyuarakan kebenaran, bukan sekedar gaya-gayaan namun perlu
kecerdasan, dan bukan sekedar perjuangan, namun perjuangan yang
dialndaskan pada keimanan.
Ya!
Sekali lagi, negeri ini butuh kamu, untuk bergerak bersama
mencerdaskan masyarakat indonesia tentang indahnya islam, agar islam
membumi di bumi pertiwi. Agar islam menjadi solusi untuk mengatasi
permasalahan negeri, karena islam bukan sekedar agama yang mengurus
orang yang sudah mati, tapi ia adalah agama yang mengurus orang yang
masih hidup dalam segala aspek kehidupan.
Cicalengka, 19 Agustus 2015 06:47

No comments:
Post a Comment