4/19/2013

mudah ko' baca Al-qur'an




LUANGKANLAH, LUANGKANLAH, LUANGKANLAH.
“Don, udah nambah belum bacaan Al-qur’an hari ini?” Tanya kang Alwi,
“ Maaf kang, belum……” jawab Doni (dengan rasa malu),
“Ayo Don, luangkan aja setengah jam buat baca Al-Qur’an tiap harinya” jawab kang Alwi.
            Subhanalloh, Alloh sudah berjanji dalam Al-Qur’an, bahwa membaca Al-Qur’an itu mudah, cukup meluangkan waktu sejenak saja, tiga puluh menit tiap harinya dan disiplinkan diri untuk istiqomah, hanya setengah jam aja, mudah kan?
“Mudah ko’, pasti bisa, Alloh sudah janji” lanjut kang Alwi,
“Tapi kang, saya sibuk kuliah” jawab Doni.
            Sibuk, sibuk dan sibuk. Apalagi yang kita jadikan alasan untuk melewati hari tanpa membaca Al-Qur’an. Belajar, kuliah, bekerja, bermain, belanja, berorganisasi. jadikan alasan klasik, Astagfirulloh.
“coba deh, dari setengah jam yang diluangkan dibagi-bagi lagi per waktu sholat” jelas kang Alwi,
“Maksudnya gimana kang?” Tanya Doni,
“ya cukup enam menit baca al-Qur’an setelah sholat Fardu tiap harinya, gimana?” jelas Alwi,
“ehmm, ia juga yaa” jawab alwi,
“ayo lah, sekarang Doni coba aja sediakan Al-Qur’an dalam tas, setiap mau kuliah, biar bisa dibaca setelah sholat fardu sama biar bisa dibaca kapan aja!” tegas kang Alwi,
bener juga, oke lah Doni akan coba” jawab Doni.
            Memang betul, membaca Al-Qur’an itu mudah, tinggal bagaimana kita bisa meluangkan waktu sejenak dalam kesibukan aktivas kita, coba kita melatih kedisiplinan kita untuk meluangkan tiga puluh menit saja dalam aktivitas kita, coba kita sediakan Al-Qur’an dalam tas kita, agar kita bisa meluangkan waktu sejenak dalam setiap aktivitas, entah itu di kantor saat bekerja, entah itu di kampus saat belajar, entah itu di sekolah saat mengajar, entah itu di supermarket saat menjaga kasir.
            Dengan meluangkan waktu sejenak untuk membaca Al-qur’an dalam kesibukan aktivitas kita, Insya Alloh, Alloh akan membimbing kita menyelesaikan permasalahan dan persoalan dalam hidup kita, percayalah. Wallahu ‘alam. 
            

2/25/2013

hikmah berorganisasi



Manisnya ukhuwah

Kawan,pernah merasakan manisnya ukhuwah?
            Kawan,ukhuwah sulit terwujud hanya dalam satu kali bertemu dalam suatu pertemuan –apalagi tak  menyatunya hati dalam pertemuan tersebut, Memerlukan proses, konflik dan solusi.
Yaa, proses, konflik dan solusi…..
             proses memahami karakter, proses berempati terhadap sahabat, memerlukan konflik juga, cukup sulit memang mereraikan konflik, namun itulah akselerasi menuju ukhuwah, solutif bersama.
            Kawan, ukhuwah kan terasa nikmat, manakala telah berhasil melewati zona tidak nyaman dan zona terpuruk, dari zona tidak nyaman itulah, ukhuwah akan membantu membangkitkan jiwa, dari zona terpuruk lah, ukhuwah memfasilitasi menuju pendewasaan.
            Kawan, berjamaah menuju perbaikan lebih baik daripada perindividu menuju perbaikan. Begitulah ukhuwah, tersenyum bersama, sakit bersama, bahagia bersama, sedih bersama dan sukses bersama . satu tubuh , manakala tubuh yang satu merasa sakit, anggota tubuh lainnya merasakan pula sakit, begitu  pun sebaliknya.
            Kawan, sakit bersama, sedih bersama kan terasa mudah, kan terasa ringan diselesaikan dan penuh kesyukuran dalam bingkai ukhuwah.
            Begitu pula dengan sukses bersama, sehat bersama  kan terasa luar biasa dalam bingkai ukhuwah, begitulahlah ukhuwah….
            Kawan, banyak hikmah yang dapat diambil dari ikatan ukhuwah, ikatan ukhuwah adalah sumber hikmah, pemicu motivasi penggerak jiwa –secara jalan, dari Alloh SWT.
Menjaga ukhuwah
            Makan, jalan dan aktivitas bersama…… menyatunya hati dalam do’a….
            Makan dengan seadaanya, jalan berliku, aktivitas penuh dengan tuntutan, terasa nikmat, mudah dan nyaman jika dilalui bersama, penuh keceriaan, kerja sama dan solusi….hati kan menyatu dalam lantunan do’a.
Manisnya ukhuwah akan segera terwujud kawan,,,,
            Bersiap-siaplah menemukan konflik, masalah, terjerumus dalam zona tidak nyaman, tak berdaya, pahit, sakit, lelah. Semua kan terasa mudah bila bersinergy dengan sahabat, membentuk ikatan persaudaraan ukhuwah.
Insya Alloh.
Semangat bersaudara, semangat solutif dan semangat sukses bersama.
#sebait hikmah berorganisasi @ SSG-DT
                                                                                                                                              

1/09/2013

Resolusi



 
PENTING (KAH) RESOLUSI
Resolusi, yang dalam persepsi masyarakat pada umumnya diartikan sebagai cita-cita, harapan, mimpi dan sebagainya. Hal yang tak aneh lagi sering terdengar di setiap awal periode, entah di awal hari, pekan, bulan hingga awal tahun, dengan harapan periode yang akan dijalankan jauh lebih baik daripada periode yang telah berlalu.
Sepenting itukah Resolusi, hingga banyak orang yang mencatat berbagai Resolusi di awal tahun?
Dalam hal ini, Alloh SWT, telah berfirman dalam T.Q.S Ar-Rahman (55):33, “wahai Golongan Jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan  bumi, maka tembuslah, kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Alloh)”.
Dari ayat tersebut, tersirat Resolusi (baca:harapan) dari golongan manusia dan jin, agar mereka -khususnya manusia- mampu menembus (melintas) penjuru langit dan bumi. Alloh SWT menyadari bahwa manusia pada hakikatnya memiliki sifat yang lemah, sebagaimana tercantum dalam Q.S 4:28, oleh karena itu di akhir ayat tersebut Alloh berfirman,”kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Alloh)”.
Manusia tercipta penuh dengan Resolusi, hal itu wajar karena semua manusia memiliki motivasi untuk hidup bahagia, lebih baik dari yang sebelumnya, namun harus menjadi pembeda antara sebuah Resolusi dengan sebuah angan-angan. Jangan sampai sebuah Resolusi terjerumus menjadi sebuah angan-angan semata. Dan harus menjadi penekanan juga, bahwa sebuah Resolusi bukanlah suatu “Proposal untuk mengatur kekuasaan Alloh”.
Inti pembahasan tulisan ini adalah bagaimana kita mampu melakukan yang terbaik, bagi sang Pengabul Resolusi –Alloh yang Maha Kuasa- lalu beribadah secara Istiqomah, berniat karenaNya dan berkarya penuh totalitas, diringi do’a bahwa resolusi yang dibuat akan terkabulkan.
Akhirnya, Alloh jua lah yang akan merealisasikan resolusi yang telah dibuat,  takdir Alloh akan jauh lebih indah dari Resolusi yang kita buat. Jika Resolusi tersebut baik bagi kita, maka Alloh akan kabulkan. Namun, jika Resolusi tersebut kurang baik, bahkan tidak baik bagi kita, maka Alloh akan ganti dengan takdir yang lebih baik.
Percayalah,
Selamat melakukan yang terbaik :)