6/29/2016

jadikan hidup makin hidup

Jadikan hidup makin hidup
mulia dengan islam
Sahabat, pernahkan kita bertafakur tentang siapa dibalik kemaha hebatan alam semesta? Tentang angin yang bertiup secara teratur, dari udara yang bertekanan tinggi ke tekanan rendah. Tentang gunung bagaimana ia berdiri dengan kokoh, tentang langit bagaimana ia didirikan tanpa penyangga. Tentang tubuh manusia yang tertata secara sempurna, bagaimana posisi lubang hidung yang menghadap ke bawah, bagaimana sistem paru-paru berfungsi secara automatik 24 jam tanpa henti kecuali mati, tentang signal di kawasan batang otak yang akan terus menerus bekerja mengendalikan kadar CO2 dalam darah. Semuanya tertata dengan rapi. Luar biasa.
Jika kita berfikir tentang hal itu, maka siapakah yang menciptakannya? Apakah tercipta secara sendiri? Atau apakah tercipta bersamaan dengan yang menciptakannya? Ataukah diciptakan oleh dzat yang Azali dan Wajibul Wujud? Ternyata jawabannya adalah alam semesta, manusia dan kehidupan ada yang menciptakannya dan dzat yang menciptakannya bersifat Azali serta Wajibul Wujud, ialah Allah Swt. Lantas drimana kita tahu bahwa Allah Swt dzat yang menciptakan alam semseta, manusia dan kehidupan ini? Jawabnnya adalah dari firman-Nya berupa Al Qur’an, karena Al Qur’an bersifat kekal tak akan berubah menyesuaikan dengan zaman, karena Al Qur’an bukanlah ciptaan makhluk-Nya. Sebagaimana yang tertera dalam terjemah Qur’an surat Qaf ayat 38, Allah Swt berfirman “Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya….” Lalu pertanyaan selanjutnya, untuk apa Allah menciptakan manusia? Maka sesuai dengan surat Ad-dzariat ayat 56, “Tak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya”. Selain itu dalam Surat Al baqoroh ayat 30, Allah hendak menciptakan manusia ke muka bumi, adalah untuk memakmurkan muka bumi dengan cara menggurusnya. Melalui Manual Guide yang telah Allah karuniakan, menunjukkan bukti betapa sayangnya Allah Swt kepada hamba-Nya, agar ia selamat di dunia dan selamat bertemu kembali dengan-Nya. Al Qur’an adalah sumber kemulian, siapa yang mengambil kemulian selain dari Al Qur’an, maka kehinaanlah yang akan didapat.
Kemnudian, akan kemanakah manusia setelah ia meninggal? Ia kan bertemu dengan hari pembalasan, dimana semua amal ibadahnya di dunia diperhitungkan. Sekecil apapun amal solih yang dilakukan manusia di alam dunia, ia akan mendapatkan balasannya, begitpun dengan kemaksiatan. Maka apa hubungannya antara dari mana kita berasal dengan untuk apa kita hidup? Disanalah terdapat hubungan penciptaan dan hubungan perintah dan larangan. Allah Swt yang menciptakan kita mengkaruniakan Al Qur’an sebagai petunjuk yang berisi perintah dan larangan. Kemudian apa hubungannya antara untuk apa kita hidup dengan kemana setelah kita mati? Disanalah hubungan pembangkitan dan hubungan penghisaban amal. Apakah di dunia kita lebih melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya? Jika ia insya Allah dengan izin-Nya kita berhak untuk bertemu dengan-Nya.
Sahabat, yuk jadikan hidup kita makin hidup dengan sekuat tenaga menjalankan segala aktivitas dalam kehidupan kita di dunia ini sesuai dengan aturan-aturan-Nya yang bersumber dari Al Qur’an. Agar di dunia ini dengan izin Allah, Ia menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan di akhirta kelak bertemu dengan-Nya. Amin.

Wallahu’alam