Jadikan
hidup makin hidup
![]() |
| mulia dengan islam |
Jika
kita berfikir tentang hal itu, maka siapakah yang menciptakannya? Apakah tercipta
secara sendiri? Atau apakah tercipta bersamaan dengan yang menciptakannya? Ataukah
diciptakan oleh dzat yang Azali dan Wajibul Wujud? Ternyata jawabannya
adalah alam semesta, manusia dan kehidupan ada yang menciptakannya dan dzat
yang menciptakannya bersifat Azali
serta Wajibul Wujud, ialah Allah Swt.
Lantas drimana kita tahu bahwa Allah Swt dzat yang menciptakan alam semseta,
manusia dan kehidupan ini? Jawabnnya adalah dari firman-Nya berupa Al Qur’an,
karena Al Qur’an bersifat kekal tak akan berubah menyesuaikan dengan zaman,
karena Al Qur’an bukanlah ciptaan makhluk-Nya. Sebagaimana yang tertera dalam
terjemah Qur’an surat Qaf ayat 38, Allah Swt berfirman “Sungguh Aku telah
menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya….” Lalu pertanyaan
selanjutnya, untuk apa Allah menciptakan manusia? Maka sesuai dengan surat
Ad-dzariat ayat 56, “Tak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia hanya
untuk beribadah kepada-Nya”. Selain itu dalam Surat Al baqoroh ayat 30, Allah
hendak menciptakan manusia ke muka bumi, adalah untuk memakmurkan muka bumi
dengan cara menggurusnya. Melalui Manual
Guide yang telah Allah karuniakan, menunjukkan bukti betapa sayangnya Allah
Swt kepada hamba-Nya, agar ia selamat di dunia dan selamat bertemu kembali
dengan-Nya. Al Qur’an adalah sumber kemulian, siapa yang mengambil kemulian
selain dari Al Qur’an, maka kehinaanlah yang akan didapat.
Kemnudian,
akan kemanakah manusia setelah ia meninggal? Ia kan bertemu dengan hari
pembalasan, dimana semua amal ibadahnya di dunia diperhitungkan. Sekecil apapun
amal solih yang dilakukan manusia di alam dunia, ia akan mendapatkan
balasannya, begitpun dengan kemaksiatan. Maka apa hubungannya antara dari mana
kita berasal dengan untuk apa kita hidup? Disanalah terdapat hubungan
penciptaan dan hubungan perintah dan larangan. Allah Swt yang menciptakan kita
mengkaruniakan Al Qur’an sebagai petunjuk yang berisi perintah dan larangan. Kemudian
apa hubungannya antara untuk apa kita hidup dengan kemana setelah kita mati? Disanalah
hubungan pembangkitan dan hubungan penghisaban amal. Apakah di dunia kita lebih
melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya? Jika ia
insya Allah dengan izin-Nya kita berhak untuk bertemu dengan-Nya.
Sahabat,
yuk jadikan hidup kita makin hidup dengan sekuat tenaga menjalankan segala
aktivitas dalam kehidupan kita di dunia ini sesuai dengan aturan-aturan-Nya
yang bersumber dari Al Qur’an. Agar di dunia ini dengan izin Allah, Ia menuntun
kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan di akhirta kelak bertemu
dengan-Nya. Amin.
Wallahu’alam
