2/14/2017

One Young One Circle: Upaya Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Dokumen pribadi
oleh: Irfan Wahyudin (Mahasiswa FPEB UPI)
Indonesia akan merasakan usia kemerdekaan yang ke 100 tahun tepat pada tahun 2045. Pada tahun tersebut Indonesia diprediksi akan mengalami masa kejayaan, bahkan disebut dengan “Indonesia Emas 2045”. Memang tidak dapat dipungkiri peluang tersebut, sebagaimana pendapat Konadi (18:2011) menyatakan bahwa:
Transisi demografi pada beberapa dekade terkahir membuka peluang bagi Indonesia untuk menikmati bonus demografi, sekitar tahun 2020-2039, saat itu penduduk usia produktif berjumlah dua kali lipat dari penduduk non-produktif. Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena hanya akan terjadi satu kali dan itu dapat terjadi apabila penduduk usia produktif benar-benar bisa berkarya dan berkiprah secara produktif. Sehingga dapat dijadikan sebagai modal pembangunan bangsa yang sehat dan bermartabat.
Ada beberapa point penting yang harus digaris bawahi berdasarkan pendapat tersebut, yang pertama bahwa bonus demografi akan menjadikan penduduk usia produktif berjumlah dua kali lipat dari penduduk non-produktif kemudian yang kedua peluang ini hanya akan terjadi satu kali. Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Usia produktif berkisar antara usia 15 sampai 64 tahun. Kemudian bila kita cermati, usia tersebut yakni dimulai saat menginjak usia SMA (Sekolah Menengah Atas) dimana pada usia tersebut sedang mengalami masa pencarian jati diri dan masa peralihan dari masa kanak-kanak akhir menuju masa remaja. Ibarat pisau, ia akan berguna jika dipergunakan untuk memasak dan sebaliknya akan berbahaya jika digunakan untuk membunuh nyawa yang tak bersalah, usia awal produktif (masa remaja) akan menjadi asset yang berguna di masa depan jika ia dipersiapkan dengan sebaik mungkin, begitupun sebaliknya ia akan menjadi masalah jika tak dipersiapkan dengan seksama.
Jika kita melihat data Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008, menyatakan bahwa,
Dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar diperoleh hasil, 97 persen remaja pernah menonton film porno serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin (www.hidayatullah.com, 2012)
            Berdasarkan data-data tersebut, alangkah kerdilnya harapan “Indonesia Emas 2045” terwujud. Bagaimana mungkin Indonesia akan menikmati bonus demografi jika penduduk usia produktif dipenuhi dengan permasalahan-permasalahan. Selanjutnya adalah kewajiban para pemuda untuk merubah keadaan tersebut, karena pemuda adalah bagian dari penduduk usia produktif dan disetiap perubahan yang terjadi di dunia ini, pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam setiap pergerakan. Saat ini kita ketahui pengajian-pengajian islam menjamur subur, tapi sayang ilmu yang didapat sebagian besar hanya dikonsumsi sendiri, maka melalui artikel ini penulis menggagas sebuah gerakan One Young One Circle, maksud dari gerakan ini adalah upaya sadar dan terencana yang dipelopori oleh pemuda atas hasil dari berbagai ilmu yang didapat selama mereka mengikuti pengajian-pengajian islam, karena walaupun ilmu yang telah didapat sangat banyak  tapi jika tidak diaplikasikan dan diajarkan hanya akan mengendap dalam akal dan tidak akan bisa merubah keadaan. One Young One Circle, jika diartikan secara bebas dalam bahasa Indonesia bermaksud satu pemuda satu lingkaran, ini berarti seorang pemuda berupaya untuk mendapatkan “satu lingkaran” pembinaan remaja dengan jumlah remaja maksimal lima orang per lingkaran. Mengenai bagaimana untuk mendapatkan lima remaja tersebut, seorang pemuda bisa turut aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid terdekat, kemudian menawarkan pembinaan kepada ketua DKM untuk membina para remaja di masjid tersebut atau bisa juga jika lingkungan tempat tinggal pemuda dekat dengan sekolah menengah, ia bisa mengajak siswa-siswi sepulang sekolah untuk melakukan pembinaan. Diharapkan dengan program One Young One Circle, para remaja usia produktif tersadarkan akan eksistensinya sebagai hamba Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, sehingga semasa di dunia ia akan menggunakan segenap waktunya demi kepentingan agama, keluarga dan Negara. Insya Allah “Indonesia Emas 2045” akan segera terwujud!



No comments:

Post a Comment